Selasa, 16 Juni 2015

Surat Untuk Ramadhan

Bulan yang suci akan tiba sebentar lagi.
Bulan yang penuh berkah, rahmat, anugerah serta ampunan dari Allah SWT.
Bulan dimana semua orang menahan amarah, lapar, haus, dan hawa nafsu.
Bulan dimana semua sukacita menjadi satu.

Tapi Ramadhan.
Bisakah engkau datang dalam keadaan seperti dulu?
Keadaan di saat aku kecil.
Keadaan di saat aku masih belajar untuk menahan lapar dan haus walau setengah hari.

Ramadhan...
Bisakah engkau membawa keadaan itu?
Aku sungguh merindukannya.
Rindu di saat aku bersama dengan teman menyalakan bunga-bunga api di saat malam hari.
Rindu di saat aku bermain bersama teman selagi menunggu adzan maghrib berkumandang.
Rindu di saat aku ikut membawa obor, ketika penghujung di bulanmu telah datang.

Aku rindu itu Ramadhan.
Aku sangat rindu.
Di mana aku masih bisa bermain dengan lepas.
Ikut beribadah bersama dengan teman-teman.
Pergi shubuh-shubuh bersama nenek untuk mendirikan kewajiban di masjid.
Membantu Mama menyiapkan menu untuk berbuka.

Ramadhan...
Aku mohon, bawa kembali masa-masa itu.
Aku lelah dengan keadaan dewasa ini.
Kamu masih tetap menjadi Ramadhan yang suci.
Hanya, keadaan di sekitarku yang berbeda.
Kebahagiaan berubah menjadi kebosanan.
Keramaian berubah menjadi kesunyian.
Aku tidak suka suasana itu Ramadhan.

Ramadhan...
Aku ingin menyambutmu bersama dengan seluruh orang yang aku sayangi dalam keadaan suka cita.

Sabtu, 13 Juni 2015

@Frimawan

Kalian tau Benedictus Nathanael Indra Frimawan? Itulohhh, komika keren di SUCI 5 yang sekarang masih bersaing untuk memperebutkan gelar juara.

Indra itu kalau stand up kompor gas, materi dia absurd-absurd dan gue suka banget sama materi dia. Gaya pembawaannya juga enak, pokoknya keren. Sejenislah sama Kemal Palevi juga, mereka sama-sama absurd dan gue suka yang absurd-absurd. Heheheh.

Sebenernya sih gue bukannya mau ngomongin ini, itu hanya pembukaan aja biar kalian gak terlalu bingung.

Gue sebenernya......

Mau bilang ini ----> MENTION GUE DI BALES INDRA COY!!!!!

Liat nih!


Gue senang banget parah!

Setelah berkali-kali nimbrungin dia di twitter akhirnya ada yang di balas juga! Sumpah ya, waktu gue liat notif ini gue langsung deg-degan! dan habis itu gue seneng banget! AAAAAAAAAAAA.

Walaupun satu kata doang yaitu "gombal" tapi gue seneng!!!!

Ternyata bahagia itu bisa semudah ini men!

Semoga aja ini bukan tweet pertama dan terakhir gue yang di bales Indra, semoga ada balasan-balasan berikutnya.

Pokoknya suka banget deh sama Indra!! yeay <3

Jumat, 12 Juni 2015

First Kiss



Hari ini gue akan membahas tentang sebuah film dari negara Thailand lagi yang berjudul First Kiss.

Kisah ini berawal dari Sa yang diperankan oleh Kaneungnij Jaksamittanon (คะนึงนิจ จักรสมิทธานนท์) / Rotmay (รถเมล์) yang semasa SMA naksir dengan temannya yang bernama Ohm. Sa, kembali bertemu dengan Ohm setelah beberapa tahun Ohm belajar keluar negeri bersama Pam (kekasih Ohm saat itu).




Tapi ini bukan cerita tentang Sa dengan Ohm. Ini cerita tentang Sa dengan Bass yang diperankan oleh Thakrit Hamannopjit (ฐ ก ฤต เหม อรรณพ จิต) atau Pichasini Tanwiboon / Phet (เพ็ ชร).


Awal mula mereka bertemu adalah di dalam bus. Sa dan Bass duduk di bangku yang sama (bangku bus kan ada dua tuh). Sa sedang membayangkan ciuman pertamanya dengan Ohm, tetapi bayangannya itu buyar karena suara dari Bass. Bass berkata bahwa ada kecelakaan, sehingga Sa melihat kecelakaan itu dari balik jendela bus. Tapi sesuatu terjadi, ketika Sa menoleh ke arah berlawanan, bibirnya dengan bibir Bass bertemu dan alhasil Bass adalah first kiss-nya.


Sa sangat terkejut karena ciuman pertamanya diambil oleh seorang pelajar dan di bus pula secara tidak sengaja. Sa dan Bass beradu mulut, Sa memilih untuk turun setelah ia puas memukuli Bass dengan mapnya.

Ketika Sa sampai di rumah, tertanya ponselnya tidak ada. Sa menghubungi ponselnya dan ternyata ponselnya itu ada bersama Bass. Sa meminta Bass untuk mengembalikan ponselnya, tapi Bass menolak dan malah meledek Sa. Sa mengancam Bass untuk datang ke sekolahnya dan dijawab dengan anggukan santai oleh Bass.

Keesokan harinya Sa ternyata benar-benar datang ke sekolah Bass. Bass akhirnya mengembalikan ponsel Sa dan ia dihukum oleh guru BP-nya.

Dari situlah cerita mereka mulai berkembang. Bass mengetahui kalau Sa akan bertemu dengan temannya di restauran Cina. Di saat hari pertemuan, Bass sengaja datang ke tempat yang sama sehingga membuat Sa kesal setengah mati dengannya.

Di sini Bass ganteng banget, dan aksen Thailandnya saat mengucapkan kata "aw" uhhhh, mirip banget sama Mario Maurer. Parah, cowok Thailand kalau bilang "aw" tuh keren gak tau kenapa. Hehe


Keesokannya, Bass mengajak Sa untuk jalan-jalan. Di situ juga lumayan lucu. Karena perbedaan umur Sa dan Bass (Sa lebih tua daripada Bass) dan karena Sa kesal dengan Bass. Sa jadi berdandan benar-benar seperti Ibu-Ibu, sampai ada dua gadis yang mengatakan bahwa Bass berjalan dengan Ibunya. Ternyata tujuan Bass mengajak Sa bukan hanya untuk sekedar berjalan-jalan, tapi ia ingin menunjukkan bahwa Ohm (orang yang disukai Sa) masih bersama dengan Pam (kekasihnya sejak sekolah).

Sa patah hati karena Ohm membohongi dirinya. Tapi, perasaan Sa sedikit terlupakan karena kedatangan Bass ke kantornya. Bass berpakaian seperti teman-teman kantor Sa dan itu keren parah hahaha.


Bass berkenalan dengan teman-teman Sa dan mengajak mereka semua keluar makan siang. Saat makan siang Bass tidak mengizinkan Sa untuk menerima telepon dan sms dari Ohm. Lalu ia membawa ponsel Sa, sehingga membuat Sa datang ke sekolah Bass dan menyamar menjadi murid di sana.




Dari kejadian di sekolah itulah yang membuat Sa mulai jatuh cinta pada Bass, sedangkan Bass sepertinya memang sudah jatuh hati pada Sa dari awal. Sampai akhirnya mereka resmi menjalin hubungan. Pacaran tentunya.

Perbedaan umur mereka membuat Bass harus tetap menyamar seperti layaknya orang dewasa ketika bersama dengan teman-teman Sa. Yah, namanya juga kebohongan, mau disimpan sampai seberapa lama pun juga akan terbongkar. Kedua teman Sa mengetahui kalau Bass hanyalah seorang pelajar, mereka mempertanyakan hubungan Sa sampai membuat Sa sempat ragu dengan Bass. Tapi ketika Bass meyakini Sa dengan sungguh-sungguh, Sa akhirnya tidak ragu lagi.

Singkat cerita, Bass ternyata adalah anak dari pengusaha kaya di Thailand. Ibunya sudah meninggal dan Ayahnya sangat keras padanya. Bass menyukai musik tapi Ayahnya melarang dia bermain musik dan menyuruhnya untuk mengambil alih perusahaan Ayahnya.

Kisah mereka lumayan rumit dan juga agak membuat haru. Akhir cerita, Bass akhirnya menuruti kemauan Ayahnya untuk mengambil studi bisnis di luar negeri karena Ayahnya mengancam akan menyakiti Sa jika ia tidak menuruti. Mereka berdua terpisah selama lima tahun. Sa tetap setia dengan perasaannya pada Bass, sampai pada suatu hari Bass datang ke apartemen Sa dengan keadaan Bass sudah benar-benar menyelesaikan studinya dan sudah mengambil alih perusahaan Ayahnya (kalau gak salah yaa).

Di adegan ending ini yang bikin tersentuh. Dulu Bass menginginkan Sa untuk mengikatkan dasinya sebelum ia berangkat bekerja. Tapi, ketika mereka berpisah, Bass mengatakan tidak mau agar ia tidak merubah pikirannya demi melindungi Sa. Lalu, saat mereka bertemu, tanpa berbicara apa-apa Bass memberikan dasi kepada Sa dan meminta Sa untuk mengikatkannya.

Mungkin buat kalian ini biasa aja, tapi menurut gue itu sweet banget. Hehehe.

Dan ending yang benar-benar ending, mereka berpelukan melepaskan rindu mereka selama lima tahun...


Pokoknya ini film, wajib masuk ke daftar film yang harus ditonton. Hehehe, yah untuk penyuka film Thailand atau film-film roman aja sih. Ini juga ada komedinya kok, yah walaupun gak banyak. Tapi film ini keren parah, kalau dikasih bintang dari 1-10, mungkin film ini patut dapat 7 bintang!