Bulan yang penuh berkah, rahmat, anugerah serta ampunan dari Allah SWT.
Bulan dimana semua orang menahan amarah, lapar, haus, dan hawa nafsu.
Bulan dimana semua sukacita menjadi satu.
Tapi Ramadhan.
Bisakah engkau datang dalam keadaan seperti dulu?
Keadaan di saat aku kecil.
Keadaan di saat aku masih belajar untuk menahan lapar dan haus walau setengah hari.
Ramadhan...
Bisakah engkau membawa keadaan itu?
Aku sungguh merindukannya.
Rindu di saat aku bersama dengan teman menyalakan bunga-bunga api di saat malam hari.
Rindu di saat aku bermain bersama teman selagi menunggu adzan maghrib berkumandang.
Rindu di saat aku ikut membawa obor, ketika penghujung di bulanmu telah datang.
Aku rindu itu Ramadhan.
Aku sangat rindu.
Di mana aku masih bisa bermain dengan lepas.
Ikut beribadah bersama dengan teman-teman.
Pergi shubuh-shubuh bersama nenek untuk mendirikan kewajiban di masjid.
Membantu Mama menyiapkan menu untuk berbuka.
Ramadhan...
Aku mohon, bawa kembali masa-masa itu.
Aku lelah dengan keadaan dewasa ini.
Kamu masih tetap menjadi Ramadhan yang suci.
Hanya, keadaan di sekitarku yang berbeda.
Kebahagiaan berubah menjadi kebosanan.
Keramaian berubah menjadi kesunyian.
Aku tidak suka suasana itu Ramadhan.
Ramadhan...
Aku ingin menyambutmu bersama dengan seluruh orang yang aku sayangi dalam keadaan suka cita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar