SUCI season 5. Sekumpulan Urang Cakep Indonesia season 5, ah maaf-maaf, niatnya mau bikin ketawa, tapi kayaknya malah bikin emosi. Ga lucu fix. Oke.
Oke ini serius.
SUCI atau yang memiliki kepanjangan Stand Up Comedy Indonesia kini sudah memasuki tahun ke 5 dalam mencari para komika-komika berbakat. Sudah keluar juga lima juara dari tiap tahunnya. Ada Ryan sebagai juara SUCI 1. Ge Pamungkas juara SUCI 2. Babe juara SUCI 3. David Nurbianto juara SUCI 4 dan pendatang baru Muhammad Rizki Rakelna atau yang biasa disapa Rigen adalah juara SUCI di tahun ke-lima ini.
Gue akuin acara ini benar-benar bagus dan layak untuk dijadikan daftar acara tv yang wajib di tonton.
Sekedar info, Stand Up Comedy Indonesia adalah acara kontes komedi yang disampaikan oleh satu orang komika dengan waktu yang telah ditentukan dengan cara penyampaian yang mengandalkan
public speaking dan tingkat komedi yang baik.
Stand Up Comedy Indonesia juga punya juri yaitu Raditya Dika, Indro "Warkop" dan Feni Rose. Dulu sih juri SUCI yang perempuan masih sering ganti-ganti, kayak juri tamu gitulah. Semenjak SUCI 4, kayaknya bener SUCI 4, juri perempuannya tetap yaitu Feni Rose.
Jujur ya, gue baru ngikutin SUCI di tahun kedua dan itupun benar-benar baru nonton saat Kemal Palevi
close mic. Ya, jagoan gue di SUCI 2 adalah Kemal Palevi, sekali lihat gue langsung jatuh hati sama dia, eh gak taunya hari itu juga dia
close mic dan jadi juara 3 di SUCI 2.
Tahun selanjutnya gue terus mengikuti dan yah, gue jadi suka nonton Stand Up Comedy Indonesia. Sampai di tahun kelima adalah acara SUCI yang benar-benar gue pantengin dari babak show sampai akhir. Maklum waktu audisi dan pre-show gue gak tau jadi ketinggalan.
Para komika di SUCI 5 semakin beragam. Ada yang absurd, tukang marah-marah, anak STM, mafia hongkong, penggemar Feni Rose, anak motor, pokoknya beragam. Tapi masing-masing dari mereka punya ciri khas sendiri, itu udah pasti.
Nah setiap gue nonton SUCI 5, gue senang, serius gak bohong. Dari yang galau jadi senang, entah itu karena ketawa dengan komedinya, histeris lihat beberapa komika yang ganteng (hehe) atau lain sebagainya. Benar-benar "Gudang Tawa Penghalau Gundah Gulana".
Tapi dari SUCI ini kita gak hanya diajarkan untuk tertawa mendengar komedi yang dilontarkan para komika, kita juga diajarkan untuk berpikir tentang pesan-pesan yang suka diselipkan oleh para komika di balik komedi mereka. Kita juga belajar bagaimana pembawaan diri di depan panggung. Walaupun gue hanya penonton, gue bisa merasakan bagaimana para komika itu harus membawa diri mereka bukan hanya sebagai sosok yang lucu, tapi juga sebagai sosok yang bisa menyampaikan materi yang tidak sembarangan.
Di SUCI 5 gue juga suka bagian improvisasi, disitu para komika bisa kelihatan benar-benar lepas mengekspresikan gaya mereka, terlepas dari dinilai atau tidak, babak improv menurut gue benar-benar bagus.
VT -VT yang sering tayang juga bagus-bagus, hanya kadang-kadang suka gak jelas. Dan lucunya ketika gue nonton langsung di balai kartini VT itu benar-benar lucu, tapi ketika gue nonton di layar televisi, entahlah kesan lucunya agak berkurang.
Ada sedikit uneg-uneg dari gue, bagaimana kalau acara SUCI ditayangkan di waktu siang atau sore, atau boleh deh malam juga gak apa-apa, asal jangan jam 10 malam. Sumpah ya, ngantuk banget, alhasil gue sering ketinggalan dan beralih nonton
re-runnya atau nonton dari youtube. Juga, proses
tapping kenapa tidak pagi atau siang, sumpah nih ya kalau boleh curhat dikit, gue selalu pengen nonton SUCI langsung di balai kartini cuma karena acaranya malam dan selesainya bisa dibilang pagi, niat itu kadang-kadang hilang. Yang repotnya tuh kalau gak ada tebengan ke sana, kan jadi susah, gak mungkin kan perempuan pulang malam-malam sendirian, nanti di begal... Oke itu pengalaman pribadi gue aja sih.
Intinya sih gini, Stand Up Comedy Indonesia gue akuin sebagai acara tv yang gak
useless. Seperti yang gue bilang tadi, gak cuma untuk ketawa, banyak pelajaran yang bisa diambil dari acara ini. Ditunggu Stand Up Comedy Indonesia season 6-nya, semoga menghasilkan komika-komika yang lebih bertalenta dan bisa meramaikan panggung perkomedian Indonesia.
Mungkin itu aja review dari gue untuk SUCI 5, ah mungkin untuk SUCI keseluruhan juga. Mungkin tulisan ini juga tidak bisa disebut review, tapi lebih pantas disebut cuap-cuap. Tapi gue berharap tulisan ini bisa jadi referensi orang-orang yang mungkin belum tau tentang SUCI ini.
Maju terus komika Indonesia, tetap bersinar dengan komedi-komedi kalian dan bawalah nama baik Indonesia!
Terima Kasih.
#REVIEWSUCI5