Cerita berawal dari Pak Song yang ditempatkan mengajar di rumah kapal. Jadi rumah kapal itu adalah sekolah cabang yang berada di atas entah itu laut atau danau, dan murid-muridnya itu semuanya anak nelayan. Pak Song enggak ganteng, tapi dia lucu dan yah lumayan keren kalau dilihat lama-lama.
Awalnya gue kurang ngerti gimana jalan ceritanya, tapi ketika di pertengahan cerita gue jadi paham, kalau film ini menggunakan alur campuran. Yah bisa dibilang alur maju mundur.
Jadi Pak Song itu ceritanya nemu diary milik Bu Ann yang ketinggalan. Awalnya Pak Song semacam gak betah gitulah, tapi lama kelamaan dia bisa beradptasi dan itu semua juga karena ia membaca catatan di dalam buku harian Bu Ann.
Sebelum Pak Song mengajar di rumah kapal. Bu Ann-lah yang lebih dulu mengajar di sana. Awalnya ia mengajar di sekolah biasa, yang ada di daratan maksudnya. Tapi karena ia memakai tato bintang, jadilah ia dideportasi ke rumah kapal karena ia bersikeras untuk tidak menghapus tatonya.
Bu Ann ini agak tomboy menurut gue dan dia tipe orang yang bebas dan semaunya. Awalnya juga dia enggak betah tinggal untuk mengajar di sana. Tapi karena ada murid-muridnya yang sangat dekat dengannya, Bu Ann jadi tidak menghiraukan perasaan tidak nyamannya itu.
Walaupun murid di rumah kapal hanya tujuh sewaktu Bu Ann mengajar, dan malah menjadi empat--bertabah satu lagi deng jadi lima. Bu Ann dan Pak Song tetap mengajar walaupun Bu Ann mengajar di masa lalu dan Pak Song mengajar di masa sekarang.
Tiba waktunya Ujian Akhir Semester, ketika satu anak memutuskan untuk berhenti bersekolah, hal itu membuat Bu Ann sedih dan memutuskan untuk tidak mengajar lagi di sana. Maka dari itulah Pak Song diminta untuk menggantikan Bu Ann di sana.
Waktu yang dihabiskan Bu Ann cukup lama untuk tidak mengajar di rumah kapal. Ia bersama dengan pacarnya mengajar di sekolah yang lebih elit. Tapi sayangnya, peraturan-peraturan yang ada tidak sesuai dengan Bu Ann.
Pak Song juga berhenti mengajar di rumah kapal karena hasil ujian murid-murid rumah kapal sangat jelek semenjak diajar olehnya. Ia sempat menanyakan keberadaan Bu Ann dan hatinya terasa hancur ketika mendengar bahwa Bu Ann akan menikah. Pak Song sampai mencari Bu Ann hanya untuk mengucapkan terima kasih, tapi sayang, takdir belum mengizinkan mereka bertemu.
Tiba pada suatu hari, di saat Bu Ann sedang mengajar di kelas. Seorang wanita datang dengan perutnya yang besar, ia mengatakan bahwa pacar Bu Ann-lah penyebabnya. Tentu saja Bu Ann marah. Ia memilih untuk mengakhiri hubungan dan berniat kembali mengajar di rumah kapal.
Keputusan Bu Ann untuk kembali ke rumah kapal disambut baik oleh kepala sekolah sekolah induk rumah kapal. Akhirnya Bu Ann kembali ke rumah kapal dan mengajar murid-muridnya.
Bu Ann menemukan kembali buku hariannya dan kali ini ia menemukan bahwa buku hariannya telah dipenuhi dengan coretan tambahan selain coretan tangannya. Ia mengetahui bahwa guru yang bernama Song-lah yang menambahkan itu semua. Dari catatan tambahan Pak Song, Bu Ann terharu dan ingin bertemu dengannya. Sayangnya lagi, takdir belum mengizinkan mereka untuk bertemu.
Ada sebuah surat yang sampai di tangan murid rumah kapal, surat itu dari Pak Song, isinya mengatakan bahwa ia akan kembali liburan sekolah ini. Tentu saja Bu Ann sangat antusias, tapi sehari sebelum kedatangan Pak Song, pacar Bu Ann menjemputnya dan mengharapkan agar Bu Ann kembali padanya dan ia berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi.
Dengan hati yang mungkin masih sedikit mencintai pacarnya, Bu Ann kembali meninggalkan rumah kapal karena waktu sekolah juga telah usai. Hanya saja, kali ini takdir mengizinkan Bu Ann dan Pak Song untuk bertemu. Bu Ann memilih kembali ke rumah kapal dan akhirnya ia berhasil bertemu dengan Pak Song.
Mungkin film ini bisa jadi bahan pertimbangan kalian untuk mengisi liburan. Film ini keren dan bagus. Mendidik juga kok. Di sana diajarkan untuk tidak patah semangat walau ada hal apapun yang menghalangi.
Bisa gue bilang. Ini film Asia yang masuk kategori luar biasa.
Satu lagi, Bu Ann itu sekilas mirip dengan anak di SMA gue, hehe.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar